dear all my lovely ex BPH KAMIL
In this post i would like to support all of you toward our final exam.
I hope all of you keep study well, have concentration on what ever you study at, work smarter, and don’t forget pray to Allah swt.
I hope all of you will get good marks. Amien
Wassalam
Bambang Respati
Add comment Mei 17, 2009
Aman Di Jalan – Apakah merupakan kebiasaan Anda?
Mengemudi secara Berbahaya
- Mengemudi secara berbahaya menimbulkan banyak resiko bagi semua pengguna jalan
- Mungkin sebelumnya Anda harus melihat tipe mereka. Tahukah Anda, pengemudi yang berbahaya ada yang makan pada saat mengemudi, belok di dalam dan diluar jalur, mengabaikan rambu jalan, atau bersikap kasar
- Mari kita lihat apa yang ditemukan dalam penelitian terbaru dari 30 pengendara yang dikumpulkan dan mencakup 84 kecelakaan dalam waktu 3 tahun.
- Orang-orang ini juga memenangkan 49 tiket kecepatan, 39 pelanggaran, dan 92 tiket parkir.
- Penelitian menghasilkan bahwa pengendara dalam grup khusus ini mungkin lebih agresif dari rata-rata pengemudi lain, dan mungkin juga menimbulkan banyak kecelakaan atau kealpaan.
9 hal untuk diketahui
- Ketika ada rambu berhenti tapi tidak ada seorangpun yang datang mendekat, apakah Anda berhenti atau tetap jalan terus ? 87% pengemudi yang tercakup dalam penelitian ini berkata bahwa tidak masalah buat mereka untuk berjalan terus melewati rambu berhenti, dan mengabaikan aturan berkendaraan, sepanjang tidak ada yang terluka.
- Apakah Anda berbicara melalui telepon selular dan tidak mematikannya pada saat di jalan ? 77% pengemudi yang tercakup dalam penelitian ini mengaku sering atau kadang-kadang melakukannya.
- Apakah Anda mengemudi dengan satu tangan pada saat makan, minum, atau mengerjakan pekerjaan lainnya ? Sekitar 60% pengemudi yang tercakup dalam penelitian ini berkata bahwa mereka seringkali makan pada saat mengemudi. Sebagian lain mengaku bahwa minumannya tumpah sehingga mereka mencoba membersihkan tumpahannya pada saat mengemudi.
- Jika Anda pergi berbelanja dan mencari tempat parkir, apakah Anda menjadi sangat terfokus pada pencarian Anda, sehingga tidak memperhatikan mobil serta pejalan kaki di sekitar Anda? Lebih dari SETENGAH pengemudi yang diteliti menyatakan bahwa pada saat mencari tempat parkirdi area padat, mereka menjadi lupa semuanya, hanya mencari tempat parkir dan mungkin mendapat kecelakaan di tempat parkir karena alasan ini.
- Apakah mengemudi di belakang kendaraan beroda 4×4,atau kendaraan besar lainnya menghalangi pandangan Anda ? Apakah hal ini menyebabkan Anda frustasi dan ingin menyalip ? Lebih dari 70% responden percaya bahwa kendaraan beroda 4×4, atau kendaraan besar lain, harus mempunyai jalur sendiri. Masalahnya, mengemudi di belakang kendaraan yang lebar dan tingginya menghalangi pandangan benar-benar menyebalkan!
- Ketika Anda mendapati diri berkonfrontasi di jalan, baik bertengkar mulut atau menggunakan tangan, apakah ini karena kebiasaan buruk Anda atau orang lain? 87% pengemudi yang diteliti menyatakan bahwa mereka bersikap sopan. Sedikitnya setengahnya mengaku bahwa mereka membuat isyarat atau berkomentar kotor / kasar pada pengemudi lain ketika seseorang memotong jalan didepan mereka.
- Apakah cara mengemudi Anda berubah ketika berada dalam area yang banyak polisinya? Hampir semua pengemudi dalam penelitian ini menyetujui pernyataan ini. Mereka jadi mengemudi lebih hati-hati ketika tahu ada polisi di area tersebut. Sebagai tambahan, mereka lebih sering mengecek kaca dan memperhatikan polisi.
- Apakah mendengarkan musik ketika berkendaraan membuat Anda lupa semua kecuali musik? 93% pengemudi yang diteliti mengaku mendengarkan radio; 73% menyatakan mendengarkan musik dan hal itu sering menyebabkan mereka bingung. Mereka mengakui bahwa mendengarkan musik yang keras seringkali membuat lebih agresif dalam mengemudi.
- Apakah kesibukan Anda membuat Anda jadi mengantuk di jalan? 50% pengemudi dalam penelitian ini berkata bahwa mereka sibuk dan kerap nyaris tertidur pada saat mengemudi
Add comment Maret 28, 2009
Met UTS ya :)
Untuk teman-teman, Envirophilia, Raksa Bumi, dan Savakra. Selamat menghadapi UTS ya. Semoga dalam menjalani UTS diberi kemudahan oleh Allah swt. dalam saat belajar menjelang ujian dan diberi kemudahan dalam pelaksanaan ujian. Amien
Satu lagi, jangan lupa ya untuk berdo’a kepada Allah swt. untuk kebaikan sesama kita dalam UTS ini. ![]()
Semangat..semangat..
Saya sayang kalian semua karena Allah swt.
1 comment Maret 21, 2009
Taksiku, Taksimu, Taksi Kita

Sekarang ini, statistik kejahatan di dalam taksi meningkat dan kian keji
Kejahatan yang terjadi di dalam taksi menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Berdasarkan catatan Pusat Data & Analisa TEMPO (PDAT), dalam kurun waktu tiga tahun terakhir setidaknya terdapat 28 kasus kejahatan di dalam taksi. Beberapa di antaranya diduga :
- Sopir taksi bekerja sama dengan perampok, bahkan ada sopir taksi diduga sebagai pelaku,
- Ada pula sopir taksi sebagai korban perampokan, penipuan.

Nah, ini ada tips buat teman-teman yang mau naik taksi:
- Lebih waspada terhadap taksi yang hendak ditumpangi.
- Pilih taksi yang kredibel.
- Sebagian besar sindikat kejahatan taksi selalu menggunakan kendaraan berkaca gelap dan berjalan beriringan dengan taksi lain yang berciri-ciri serupa. Taksi-taksi tersebut juga biasanya tidak pernah mangkal atau berhenti di satu tempat melainkan terus melaju berkeliling untuk mencari korban.
- Bila memungkinkan, pilih kendaraan umum berpenumpang banyak.
- Ketika menghentikan taksi, sempatkan mengingat nomor polisi taksi.
- Ketika di dalam taksi, ingatlah nomor body.
- Perhatikan wajah pengemudi apa cocok dengan foto pengenal.
- Bila terasa tidak nyaman, atau ada gelagat mencurigakan, mintalah sopir menghentikan kendaraan dan ganti taksi lain.


2 comments Maret 16, 2009
Rangkuman Proses Biologis Dalam Tanah dan Air Tanah (lanjutan)
Metabolisme mikroorganisme
Metabolisme mikroorganisme merupakan proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh mikroorganisme. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Dalam metabolisme mikroorganisme, energi fisik atau kimiawi dikonversi menjadi energi melalui metabolisme mikrorganisme dan disimoan dalam bentuk senyawa kimia yang disebut adenosine 5′-triphospate (ATP).

Gambar 1.Struktur molekul ATP
Energi yang tersimpan dalam bentuk senyawa ATP dapat diperoleh oleh mikroorganisme melalui hidrolisa. Energi yang diperoleh dari melalui proses atau reaksi kimia disebut sebagai free energy atau energi bebas (G). Pada reaksi yang melepaskan energi, maka harga G adalah negatif, sedangkan pada reaksi yang memerlukan energi, maka harga G adalah positif. Energi hasil metabolisme disimpan oleh mikroorganisme dalam bentuk senyawa phosporyl.
ATP terbentuk dari reaksi antara adenosine 5′-diphospate (ADP) dengan phospat anorganik, membentuk ikatan phosporyl sebagai berikut (Horan, 1991):
ADP3- + Pi + H+ → ATP4- +H2O ΔG= +30 kJ/mol (1)
Reaksi diatas menunjukkan proses katabolisme, yaitu proses penguraian zat untuk membebaskan energi kimia sebesar 30 kJ yang tersimpan dalam senyawa organik.
ATP yang telah tersintesa tersebut disimpan di dalam sel untuk digunakan bila diperlukan. Energi yang tersimpan tersebut dikeluarkan melalui hidrolisa ikatan phosporyl dalam suatu reaksi yang merupakan kebalikan dari reaksi (1), yaitu sebagai berikut:
ATP4- +H2O → ADP3- + Pi + H+ ΔG= -30 kJ/mol (2)
Reaksi diatas merupakan proses anabolisme, yaitu pembentukan molekul yang kompleks dengan menggunakan energi sebesar 30 kJ/mol. Kedua reaksi di atas terjadi karena katalisa enzim ATP-ase.
Reaksi redoks dalam proses metabolisme
- akseptor electron dan pendonor electron
Zat organik yang berfungsi sebagai substrat yang digunakan sebagai sumber energi dan pertumbuhan disebut sebagai electron donor, sedangkan energi yang diperoleh oleh mikroorganisme tersebut dapat dilepas atau digunakan untuk bereaksi dengan electron acceptor.
Reaksi oksidasi akan menghasilkan energi yang berasal dari energi bebas yang dilepaskan. Sabagai contoh, oksidasi senyawa AH2 berlangsung sebagai berikut:
AH2 → A + 2H+ + 2e- ΔG= -energi (3)
Contoh reaksi oksidasi yaitu oksidasi yang dilakukan oleh bakteri Thiobacillus ferooxidans atau Gallionella ferruginosa dalam mengoksidasi ferro menjadi feri, sebagai berikut: Fe2+ → Fe3+ + e-. Ion feri kemudian membentuk feri hidroksida yang tidak larut dalam air dan membentuk endapan.
Reaksi reduksi akan memerlukan input energi supaya proses reduksi dapat berlangsung. Conto reduksi B dapat terjadi sebagai berikut:
B + 2H+ + 2e- → BH2 ΔG= +energi (4)
Pada reaksi redoks, reaksi oksidasi atau reduksi harus berpasangan. Dalam kasus ini, reaksi AH2/A dan B/BH2, masing-masing disebut reaksi setengah sel atau pasangan redoks. Reaksi pasangan redoks diatas dapat dtuliskan sebagai berikut:
AH2 B
A BH2
Dalam kaitannya dengan degradasi kontaminan, secara konseptual,bila reaksi 3 dan 4 dijumlahkan dapat ditulis sebagai berikut:
Kontaminan + Xoks → Produk + Xred ΔG= ±energi
Potensi untuk melakukan reaksi oksidasi atau reduksi dari suatu pasangan reaksi di atas disebut sebagai potensial redoks (E0). Tabel 3 menyajikan potensial redoks standar dari reaksi setengah sel yang umumnya terjadi dalam reaksi redoks biologis.
Tabel 3. Potensial redoks standar untuk reaksi setengah sel dari reaksi yang terjadi di dalam proses metabolisme
|
Reaksi setengah sel |
Potensial Redoks* (mV) |
| 1/2O2 + 2H+ + 2e → H2O |
+816 |
| Fe3+ + e → Fe2+ |
+771 |
| Cytochrome a Fe3+ → Cytochrome a Fe2+ |
+290 |
| Cytochrome b Fe3+ → Cytochrome b Fe2+ |
+80 |
| Fumarat + 2H+ + 2e → Succinate |
+31 |
| Acetaldehyde + 2H+ +2e → Ethanol |
-163 |
| Pyruvate + 2H+ +2e → Lactate |
-190 |
| NAD+ + 2H+ +2e → NADH + H+ |
-320 |
| NADP+ + 2H+ +2e → NADPH + H+ |
-320 |
| CO2 + 2H+ + 2e → Formate |
-420 |
| H+ + e → 1/2H2 |
-420 |
| Acetate + 2H+ + 2e → Acetaldehyde |
-600 |
Catatan: Pada pH = 7 dan temperatur 30oC
NAD = nicotinamide adenise dinucleotida group
NADP = nicotinamide adenise dinucleotida phosphate
Sumber : Horan, 1991
Energi netto yang diperoleh dari reaksi pasangan redoks dapat dihitung berdasarkan persamaan sebagai berikut:
ΔG= -n F E0 (Horan, 1991)
Keterangan: ΔG = perubahan energi dari bebas standar (kJ/mol)
n = jumlah elektron yang ditransfer dalam reaksi
ΔE0 = perubahan potensial redoks (V)
F = konstanta Faraday = 96.649 kJ/V.mol
- Phosphorilasi dan chemiosmoitis
Reaksi penghasil energi oleh dan bagi mikroorganisme dapat dilakukan dengan dua mekanisme:
1. Phosphorilasi pada tingkat substrat
Beberapa mikrorganisme mampu melakukan sintesa ATP dengan melakukan phosphorilasi substrat, seperti disajikan dalam Tabel 4.
Tabel 4. Reaksi sintesa ATP dengan phosporilasi substrat pada kondisi anaerobik
|
Reaksi Sintesa |
Enzim Aktif |
ΔG (kcal/mol) |
| 1,3 – Biphosphoglycerate + ADP → 3-Phosphoglycerate + ATP | Phosphoglycerate kinase |
-5.8 |
| Phosphoenolpyruvate + ADP → Pyruvate + ATP | Pyruvate kinase |
-5.7 |
| Acetyl phosphate + ADP → Acetate + ATP | Acetate kinase |
-3.1 |
| Butyryl phosphate + ADP → Butyrate + ATP | Butyrate kinase |
-3.1 |
| Carbanyl phosphate + ADP → Carbamate + ATP | Carbonate kinase |
-1.8 |
| N10 – Foryl FH4 + ADP + P → Formate + FH4 + ATP | Formyl FH4 synthetase |
+2.0 |
*1 kJ/mol = 0.239 kcal/mol. Sumber: Horan, 1991
2. Proses chemiosmotic
Proses chemiosmotic diusulkan oleh Mitchel (1966) yang menerangkan bahwa mekanisme transfer proton dan elektron melewati dinding sel yang bersifat sebagai membran. Teori ini menganggap bahwa terdapat gradien elektrokimia dalam bentuk gradien pH dan potensial elektris antara bagian luar membran sel dan bagian dalamnya, dan enzim ATPase yang mengkatalis reaksi tersebut berada dalam membran. Jumlah gradien ΔH+ (dalam bentuk ΔpH) dan potensi elektrik membran (Δψ) disebut sebagai “proton motive force” yang dapat diketahui berdasarkan persamaan sebagai berikut:
ΔP = Δψ -2.3 RTΔpH/F
Keterangan:
ΔP = proton motive force (mV).Tipikal:-100 sampai +300 mV (Horan, 1991)
R = konstanta gas (8.314 J/K mol)
T = temperatur absolut (oK)
F = konstanta Faraday (96.649 kJ/V.mol)
2 comments Februari 13, 2009


